Humas Kaltara
Facebook
Twitter
Instagram
Youtube
Facebook
Twitter
Instagram
Youtube

DPKP Kaltara Ingin Tingkatkan Penerapan IP 400

11 Januari 2021

Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021

 

Tanjung Selor – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) H Udin Hianggio mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang digelar virtual di ruang rapat lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (11/1). Rakernas ini bertema "Memperkuat Peran Sektor Pertanian Dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19" dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengupayakan percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian sekaligus pembahasan program kerja 2021. Rakernas ini diprakasai oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dengan harapan dapat mengakselerasi program ketahanan pangan pada 2021. “Arah kegiatan ini sebagai upaya untuk bertindak cerdas dan tepat dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi yang ada dan terbarukan. Saya meminta, setiap provinsi di seluruh Indonesia harus ada peningkatan pangan lokal,” ujar Mentan dalam pidato pembukaannya.

Selaras dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo pada sambutannya mengatakan bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama di Indonesia. “Pada masa pandemi dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), sektor pertanian menduduki posisi sentral dan menyumbang perekonomian tertinggi di masa pandemi dengan tumbuh sebesar 25 persen. Untuk itu, saya meminta untuk segera menyelesaikan food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah sebagai bahan evaluasi, karena akan dijadikan acuan provinsi lain,” jelas Joko Widodo.

Food estate sendiri adalah sebuah program jangka panjang pemerintah Indonesia yang berguna untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri dengan memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara akan menseriusi pengelolaan yang berkaitan dengan pangan terutama impor jagung, kedelai, gula, beras dan bawang putih. “DPKP Kaltara akan menindaklanjuti program nasional dari Kementan. Dan, utuk saat ini, kami berupaya untuk meningkatkan penerapan pola tanam indeks pertanaman (IP) 400,” ujar Kepala DPKP Kaltara, Wahyuni Nuzband saat ditemui selepas acara.

Soal food estate, Wahyuni mengaku bahwa program ini diterapkan sejak lama dan sudah ditetapkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bulungan dengan lahan seluas 43 ribu hektare.(humas)


Bagikan Artikel ini