ID | EN
Beranda Berita

Gubernur Seriusi Rencana Pembangunan Toko Indonesia

10 Maret 2016 134

ABADIKAN MOMEN : Gubernur Kaltara, berfoto bersama di depan kawasan yang direncanakan menjadi Toko Indonesia, saat kunjungannya ke Krayan, kemarin (9/3).

NUNUKAN - Rencana pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membangun toko Indonesia di kawasan perbatasan menjadi perhatian serius. Sebab, kemarin (9/3), Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meninjau lokasi di salah satu titik, yakni Kecamatan Krayan.

 

Toko Indonesia akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibantu dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Irianto, upaya tersebut adalah salah satu cara untuk menghadirkan negara di kawasan perbatasan.

 

Irianto mengharapkan, dengan adanya toko Indonesia itu dapat memupuk rasa nasionalisme masyarakat perbatasan. Selain itu, hal tersebut merupakan salah satu upaya negara Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di wilayah perbatasan.

 

“Inilah salah satu cara kita untuk menghadirkan negara di wilayah perbatasan,” ujar Irianto.

 

Selain itu, pihaknya juga akan mencari kontribusi dari perusahaan yang ada di Kaltara melalui sistem Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk kontribusinya, bisa berupa bantuan dana maupun barang dagangan.

 

“Semuanya diharapkan produk Indonesia yang di datangkan dengan menggunakan pesawat. Selain itu, kami akan mengumpulkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kaltara untuk meminta komitmennya mengenai kontribusi yang akan diberikan,” jelas Irianto.

 

Pemprov juga akan mensubsidi ongkos angkut barang ke wilayah tersebut, sehingga harga jual barang tersebut sama dengan daerah lainnya. “Bahkan bisa subsidi cargo, untuk pendanaannya nanti bisa menggunakan APBD maupun APBN,” jelas Irianto.

 

Sedangkan untuk kelembagaan yang mengelola Toko Indonesia itu, akan diatur sedemikian rupa, apakah nanti menggunakan koperasi atau lembaga lain. Toko tersebut juga tidak menolak keberadaan produk negara tetangga. Bahkan, lanjut Irianto, produk Indonesia dan negara tetangga akan bersaing secara sehat.

 

“Produk Malaysia juga akan tetap dijual, dan akan bersaing dengan produk Indonesia. Tentu dengan harga yang bersaing pula. Kita juga berharap warga negara Malaysia membeli produk Indonesia,” tambahnya.

 

Irianto menargetkan, paling tidak dalam dua tahun toko Indonesia tersebut sudah dapat beroperasi. Selain itu, dia meminta kepada instansi terkait seperti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) Kaltara segera menindaklanjuti hal tersebut dengan membuat proposal pembentukan kelembagaannya.

 

“Disperindagkop, bersama Bappeda dan DPUTR tentu harus mempersiapkannya, misalnya pembangunan gedungnya diharapkan agar segera terealisasi,” jelasnya.

 

Untuk mengantisipasi adanya situasi darurat, Toko Indonesia juga akan dijadikan sebagai cadangan logistik di perbatasan. Tidak hanya menjual logistik secara nasional, Toko Indonesia juga akan membantu masyarakat lokal dalam memasarkan produk lokalnya.

 

“Misalnya, beras atau garam yang diproduksi dari Krayan juga bisa dipasarkan di Toko Indonesia. Untuk itu saya meminta dukungan dari masyarakat agar Toko Indonesia ini dapat segera terwujud,” tuntasnya. (hmsprov)

Berita Terkait