ID | EN
Beranda Berita

Teguh Harap Pemuda Kaltara Tertular Virus Cinta Tanah Air

19 November 2020 116

acara Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa  : Menumbuhkan Kembali Semangat Nasionalisme Melalui Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa Dalam Upaya Memperkokoh Ketahanan Bangsa Terhadap Pengaruh Negatif Arus Globalisasi
TARAKAN - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Teguh Setyabudi berharap di kalangan pemuda Kaltara dapat tertular 'virus' kecintaan terhadap bangsa, negara dan perjuangan para pendahulu. Ini disampaikannya saat membuka acara Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa  : Menumbuhkan Kembali Semangat Nasionalisme Melalui Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa Dalam Upaya Memperkokoh Ketahanan Bangsa Terhadap Pengaruh Negatif Arus Globalisasi di Hotel Lotus Panaya, Kamis (19/11).

Pada kesempatan ini, Teguh memberikan paparan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) berjudul Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Wawasan Kebangsaan". "Provinsi Kaltara sedianya sudah mencerminkan NKRI karena memiliki keberagaman suku, budaya, agama dan ras. Semuanya dilandasi dengan Pancasila, UUD' 45, dan NKRI," katanya.

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada Juli 2017, dari 100 orang Indonesia, 18 diantaranya tidak tahu judul lagu kebangsaan RI, 24 orang dari 100 orang tidak hafal sila Pancasila dan 53 persen tidak hafal lirik lagu kebangsaan. "Tapi kita tidak boleh menghakimi bahwa mereka tidak nasionalisme. Untuk itu, perlu dilakukan pembinaan wawasan kebangsaan yang massif pada saat ini sehingga nilai kebangsaan di Indonesia semakin meningkat," tuturnya.

Adapun isu-isu kebangsaan yang berkembang saat ini, adalah perlunya pengembangan toleransi di kalangan masyarakat yang berbeda. Lalu patut juga mewaspadai munculnya radikalisme yang dipicu sikap intoleransi. "Radikalisme juga dapat muncul karena ketidakseimbangan pembangunan, perbedaan kesejahteraan dan lainnya. Sikap ini tak hanya muncul di kota besar, tapi di daerah," jelasnya.

Hal lainnya yang patut diantisipasi, adalah berita hoax. Ini terjadi karena perkembangan teknologi saat ini, dimana sebagian besar sudah mengandalkan teknologi informasi. "Teknologi informasi itu, masih ada yang pemanfaatannya kurang bijak. Dari itu, sangat penting bijak menggunakan teknologi yang ada. Dalam hal ini, saring sebelum sharing," urainya.

Berita hoax juga semakin marak kemunculannya menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Seperti yang terjadi saat ini, jelang Pilkada Serentak 2020. Dimana, cukup massif penyebaran berita hoax melalui media sosial (Medsos). "Hoax juga berkaitan dengan ujaran kebencian, baik itu penghinaan, pencemaran nama baik, black campaign dan lainnya. Ini jangan sampai terjadi di Kaltara, apalagi di masa Pilkada Serentak 2020 saat ini," ungkapnya.

Dengan begitu maka arus globalisasi juga menjadi tantangan bagi seluruh sendi kehidupan bangsa. Termasuk dalam ketahanan dan nasionalisme bangsa. "Keterbukaan informasi dan pengaruh engatif asing dalam bentuk digitalisasi turut melemahkan kepribadian bangsa. Memang tak mungkin menghentikan arus globalisasi, untuk itu harus tetap dijaga kearifan lokal, budaya bangsa dan ciri pribadi bangsa Indonesia lainnya," jelasnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Menurut Teguh, menumbuhkembangkan semangat kebangsaan  akan mengalirkan rasa kesetiakawanan sosial,  semangat rela berkorban, dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Lalu, penguatan karakter bangsa. "Peran pemerintah daerah sendiri, diantaranya menindaklanjuti sejumlah legitimasi yang terkait hal ini. Seperti mendukung GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), penguatan pendidikan karakter, menindaklanjuti Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) dan lainnya," urainya.

Selain itu, dalam upaya menyikapi dinamika kebangsaan pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan pembentukan dan pemberdayaan forum-forum kemasyarakatan, seperti PPWK, FKUB dan lainnya. Teguh juga berharap pendidikan kebangsaan dapat diberikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. "Pendidikan kebangsaan mampu mencegah berbagai persoalan yang sering terjadi di antara pemuda atau pelajar. Seperti tawuran, penyerangan berkelompok dan hilangnya rasa hormat kepada guru," ucapnya.

Terakhir, Teguh meminta agar kecintaan terhadap tanah air juga dapat diwujudkan dengan mencegah penyebaran Covid-19. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan, melaksanakan 3M (Memakai masker-Mencuci tangan-Menjaga jarak), dan mendukung upaya pemerintah melakukan 3T (Testing-Tracing-Treatment). "Mari bersama-sama kita tuntasnya Covid-19 di Kaltara," ungkapnya.

Teguh juga mengajak seluruh masyarakat Kaltara untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2020 dengan menggunakan hak pilih, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto, Plt Kepala Badan Kesbangpol Kaltara Edi Suharto dan lainnya. (humas)

Berita Terkait