Mohon tunggu sebentar...

ID | EN
Beranda Berita

Gubernur akan Menambah Insentif Penyuluh Tahun Ini 12 Februari 2019 37

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama para penyuluh yang tergabung didalam kepengurusan Perhiptani Kaltara periode 2018-2023, Senin (11/2).
TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengatakan, saat ini dirinya tengah memperhitungkan untuk memberikan insentif tambahan sebesar Rp 500.000 per bulan per orang kepada para tenaga penyuluh pertanian yang ada di Kaltara. Dengan adanya tambahan ini, maka pada 2019 penyuluh di Kaltara akan mendapatkan insentif sebesar Rp 1.500.000 per orang per bulan.

Demikian disampaikan Gubernur saat dijumpai usai menghadiri pengukuhan ketua dan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kaltara periode 2018-2023, di Gedung Bandiklat Kabupaten Bulungan di Jl Agatish Tanjung Selor, Senin (11/02). Dalam kesempatan yang sama, atas permintaan KTNA pusat, Gubernur sekaligus juga melantik pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara.

Gubernur mengatakan, pembangunan di bidang pertanian menjadi salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Selain meningkatkan kesejahteraan kepada para penyuluh melalui pemberian insentif tambahan, Pemprov juga memberikan perhatian langsung kepada para petani dan nelayan.

Diungkapkan, ada lima hal utama yang menentukan kegagalan ataupun keberhasilan pertanian. Pertama adalah petaninya sendiri. Hal ini berkaitan dengan karakter dan kemampuan dari para petani. “Untuk meningkatkan kemampuan para petani ini, peran penyuluh sangat penting. Karena melalui penyuluh, yang akan membimbing para petani,” ungkap Irianto.

Hal penting kedua, lanjutnya, sarana dan prasarana produksi atau Saprodi Pertanian. Termasuk infrastruktur pertanian. Pemprov Kaltara bersama dengan pusat selama ini telah banyak membantu para petani, melalui bantuan Saprodi, pengadaan bibir dan lainnya. Termasuk kepada nelayan, karena KTNA juga berkaitan dengan nelayan.

“Hal penting ketiga, adalah kemampuan bercocok tanam. Dan keempat peran penyuluh. Bagaimana penyuluh bisa menjalankan fungsinya dengan baik, maka petani yang dibinanya akan maju. Selanjutnya harapan pendapatan petani akan meningkat, sebagai tujuan utamanya bidang pertanian akan tercapai,” ujarnya.

Terakhir, hal penting dalam memajukan pertanian adalah marketing atau pemasaran. Untuk itu, Gubernur menegaskan, Pemprov Kaltara selain meningkatkan produksi hingga pengolahannya di sektor hulu pertanian, di hilirnya juga perlu diperbaiki. “Dalam hal ini kerja sama lintas OPD (organisasi perangkat daerah) diperlukan. Dinas pertanian di sektor hulu, berusaha meningkatkan produksinya, termasuk pengolahan pasca panen, seperti pengadaan mesin giling. Di sisi lain, Disperindagkop memikirkan bagaimana pasarnya,” kata Irianto lagi.

Masih berkaitan dengan keberadaan penyuluh, Pemprov Kaltara, kata Gubernur sangat memberikan perhatian penuh. Termasuk dalam hal kesejahteraannya. Salah satunya melalui pemberian insentif kepada para penyuluh di Kaltara. “Sekarang sedang dihitung, kalau memungkinkan insya Allah tahun ini akan kita tingkatkan nilainya. Ada penambahan insentif Rp 500.000 per orang per bulan. Tapi tahun ini saja. Tahun depan kalau anggaran memungkinkan akan tetap sama Rp 1.500.000,” ujar Gubernur.

Irianto mengakui, jumlah penyuluh pertanian di Kaltara masih sangat kurang, dari 447 desa yang ada di provinsi termuda di Tanah Air ini, tercatat baru ada 120 penyuluh yang aktif. “Idealnya satu desa ada satu penyuluh. Makanya kita masih sangat kurang. Dan ini bukan hanya di Kaltara saja, hampir di seluruh daerah di Indonesia mengalami hal yang sama (kekurangan penyuluh),” katanya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga memberikan pesan kepada para pengurus KTNA maupun Perhiptani yang baru saja dikukuhkan. Dua organisasi ini, kata Irianto, sangat penting. Tidak hanya dalam upaya mensejahterakan petani, maupun mendukung kemajuan pertanian. Namun juga untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan secara keseluruhan.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus baru, dan juga apresiasi kepada kepengurusan KTNA yang sebelumnya. Utamanya, dalam membantu memberdayakan para petani dan nelayan di Kaltara, serta telah memberikan prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Gubernur minta agar para pengurus langsung bekerja, sesuai dengan fungsinya. “Kepada pengurus yang baru dilantik, saya berpesan jangan hanya eforia saat dikukuhkan, tapi yang lebih penting, masyarakat Kaltara menunggu kerja nyata dari kita semua,” kata Irianto.

“Penyuluh adalah profesi atau pekerjaan yang mulia. Jadikan amanah ini sebagai pengabdian yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Penyuluh juga bisa menjadi tempat pengabdian untuk melakukan amal kebajikan,” pesannya.(humas) 


Berita Terkait