ID | EN
Beranda Berita

Triyono Serukan Tradisi Adat Dilestarikan

22 Mei 2015 218

TANJUNG SELOR – Penjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Triyono Budi Sasongko kepincut dengan budaya Kalimantan khususnya Suku Dayak. Pria asli Purbalingga tersebut mengakui indahnya tradisi Pemung Bangen Lepa Ajau khas masyarakat Dayak Kenyah di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Bagaimana tidak, Triyono beserta istrinya mendapat sambutan hangat oleh warga desa Teras Nawang mulai dari Dermaga hingga memasuki rumah lamin Uma Adat Uyai I’ot, Kamis (21/5). Oleh masyarakat setempat, tradisi penyambutan tersebut dinamai Lemiwa.

Iringan tarian khas Dayak yang dibawakan tiga pemuda Teras Nawang mengantarkan Triyono, sang istri, dan segenap rombongan pejabat Pemprov Kaltara ke lokasi acara syukuran bersama Pemung Bengen Lepa Ajau di Uma Adat Uyai I’ot.

Di hadapan masyarakat Teras Nawang, Triyono langsung menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyambutan hangat dan meriah tersebut. Penyambutan tersebut menurutnya, terus menerus harus dilestarikan khususnya pada generasi-generasi muda Teras Nawang.

“Terima kasih atas sambutan meriah dan hangat ini. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak khasanah budaya di Indonesia. Saya kira tradisi masyarakat Dayak teras Nawang patut untuk dilestarikan, baik oleh pemerintah terlebih oleh warga Teras Nawang sendiri,” tutur Triyono.

Triyono juga menyinggung soal partisipasi pemuda-pemudi yang begitu antusias. Bagaimana tidak, beragam tarian yang disajikan lengkap dengan iriangan musik tradisional menandakan tradisi di Teras Nawang cukup maju dan terjaga.

“Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik semata-semata. Mengajarkan anak-anak kita menari, itu juga adalah pembangunan, dalam hal ini pembangunan sumber daya manusia. Bagaimana bisa bangsa Indonesia terkenal, jika tidak ada budaya-budaya yang cukup unik dan indah,” sebutnya. (Tribunkaltim/Humasprov)

Berita Terkait