ID | EN
Beranda Berita

Kaltara Segera Miliki PLTA 6.080 MW

28 Januari 2014 402

Perlahan tapi pasti, pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menggeliat. Hal itu salah satunya seiring dengan peletakan batu pertama (ground breaking) mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu. Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie termasuk salah satu yang ikut menandatangani peresmian proyek itu.

Sejumlah tamu kehormatan yang hadir diantaranya Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Dirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, Kepala BKPM Mahendra Siregar, Dubes RI untuk China Sugeng Rahardjo, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan konsorsium investor.

Irianto menjelaskan Proyek PLTA berkapasitas 6.080 Megawatt (MW) secara resmi dimulai seiring dengan penandatanganan bersama, lalu dilanjutkan peletakan batu pertama di lima tugu. Kelima tugu itu menandakan jumlah tugu bendungan PLTA yang akan dibangun.

Rencananya, pembangunan PLTA akan dilakukan hingga lima tahap. Proyek yang dikerjakan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE) ini menggandeng beberapa pihak investor, salah satunya China Power Investment (CPI) dengan total ivestasi mencapai 20 miliar USD.

Tahap pertama akan dibangun bendungan dan pembangkit dengan kapasitas 660 Megawatt (MW). Pembangunan tahap pertama ini dimulai sejak tahun 2014 dan diperkirakan selesai selama 6-7 tahun.

Adapun pembangunan bendungan tahap 2 dan 3 akan dilakukan secara bersamaan, setelah tahap pertama selesai. Begitu pula bendungan tahap 4 dan 5, yang juga dilakukan bersamaan. Dengan demikian, total masa pembangunan PLTA diperkirakan tidak mencapai lebih dari 30 tahun. Proyek yang dikerjakan PT Kayan Hydro Energy (KHE) ini menelan investasi hingga 20 miliar USD.

“Ini merupakan momentum bersejarah, tidak hanya bagi Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kaltara, tapi untuk Indonesia. Karena itu, kita perlu membangun semangat optimisme, membangun semangat baru untuk pembangunan ke depan. Karena provinsi ini telah dilimpahkan sumber daya alam yang melimpah,” ujar Irianto.

Pemprov Kaltara, kata Irianto, hanya melanjutkan apa yang sudah diprogramkan oleh Provinsi induk Kalimantan Timur. Karena itu, Pemprov Kaltara ke depan berkomitmen untuk bekerjasama dengan pihak investor dan akan terus memonitor serta memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan investor.

“Sesuai kebutuhan, kita terus memback-up sampai proyek ini terwujud. Sejak awal kita memang mempercepat proses perizinan, membenahi dan mengoreksi kalau ada yang keliru. Dan kita akan terus pacu investor ini,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta dukungan seluruh masyarakat agar pembangunan PLTA Peso berjalan lancar. Menurutnya, dukungan itu sangat berarti demi kesinambungan pengerjaan proyek yang berjalan selama lima tahap.

Terkait dengan dampak pembangunan PLTA, Irianto menegaskan semua sudah dibicarakan dengan masyarakat setempat. Pada prinsipnya, masyarakat setuju untuk direlokasi. Karena itu, dia mengimbau kepada kelompok masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana yang dapat mengganggu jalannya pembangunan PLTA.

“Saya mengimbau kepada rekan-rekan LSM untuk memahami ini secara komprehensif. Mari kita memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, jangan sampai kita nanti menjadi provokasi sehingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tandasnya.

Pemprov Kaltara bersama-sama TNI/Polri juga siap membantu agar seluruh tahapan pengerjaan proyek PLTA berjalan lancar. Diharapkan, dengan terwujudnya PLTA tersebut bisa mengatasi krisis listrik yang terjadi di Kaltara selama ini, disamping juga menambah investasi baru, menghidupkan sektor pariwisata, yang semuanya berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Bulungan dan sekitarnya. (humas)

 

KAPASITAS PROYEK PLTA PESO PER TAHAPAN:

Tahap I           : 660 MW

Tahap II          : 800 MW

Tahap III         : 1.200 MW

Tahap IV         : 1.200 MW

Tahap V          : 2.220 MW

Total               : 6.080 MW
*Sumber: PT Kayan Hydro Energy (humas)

 

Berita Terkait