ID | EN
Beranda Berita

Ketika Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia – Malaysia (5) 23 Oktober 2018 45

JALAN FUNGSIONAL : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meninjau jalan dari Kabupaten Malinau menuju Long Bawan, Krayan Kabupaten Nunukan, beberapa waktu lalu.

- Elevasi Diturunkan Hingga 40 Meter, Warga Desa Luso Sambut Hangat Kehadiran Gubernur -

 Usai meresmikan RPS SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau, Gubernur bergegas masuk ke dalam mobil Pajero dengan nopol KU 1. Mobil tersebut membentuk iring-iringan rombongan untuk meninjau pembangunan jalan dari Malinau-Long Bawan, Krayan Kabupaten Nunukan.

 -Indra Yustian, Humas Provinsi Kaltara-

 JALAN menuju ke lokasi tersebut 30 kilometer, dengan waktu tempuh satu jam untuk tiba di lokasi. Seperti diketahui, total panjang jalan 196 kilometer untuk dapat sampai ke Krayan Selatan. Komposisi jalan tersebut terdiri dari 11 jembatan meliputi 5 jembatan bentang panjang dan 6 jembatan bentang pendek. 2 jembatan bentang panjnang sudah terpasang tahun ini di Jempolon dan Sungai Belalang. Sedangkan sisanya, segera dibangun pada tahun 2019 di Melasu, Semamu dan Krayan.

Uniknya, menuju kawasan tersebut, medan tak biasa harus dilewati. Jalan agregat serta harus melewati tanjakan curam, membuat iring-iringan mobil terpaksa bergantian melewati jalan tersebut. Mobil yang ditumpangi Gubernur pun tak luput dari jalan tersebut, karena itu merupakan satu-satunya akses yang harus dilewati.

Tiba di lokasi, Gubernur pun takjub dengan proses pengerjaan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dalam hal ini oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII. Hadir mendampingi gubernur, Kepala Balai PJN XII, Refly Rudi Tangkere, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Suheriyatna. 

“Demi memudahkan akses, pemerintah membangun jalan ini harus menurunkan bukit hingga 40 meter ke bawah,”ujar Irianto seraya menunjukkan tangannya ke salah satu eskavator yang tengah beroperasi.

Saat ini, jalan yang dibangun sudah terhubung 31 kilometer yang mana 7,8 kilometernya masih jalan tanah. Berdasarkan laporan Kepala Balai XII Pelaksanaan Jalan Nasional, Refly Tangkere, tahun depan jalan tanah itu sudah tembus hingga ke Krayan Selatan.

“Target dari Kementerian PUPR jalan ini sudah selesai tahun depan minimal fungsional,”terang Gubernur yang didampingi Kepala Balai PJN XII, Refly Tangkere.

Seperti diketahui, jalan ini merupakan usulan Pemprov Kaltara kepada Presiden Joko Widodo pada saat Rapat Kabinet Terbatas yang dihadiri langsung oleh Menteri Kabinet Kerja. Bahkan dari arah Long Bawan, Krayan juga sedang dibangun jalan dengan target bisa dilewati pada tahun depan.

“Kita bersyukur buah ide dan gagasan kita pada waktu rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo tahun lalu saat ini sudah direalisasikan,”tambahnya.

Tidak hanya itu, usai meninjau jalan, Gubernur dengan rombongan melanjutkan perjalanan kembali untuk kemudian melakukan serangkaian kegiatan seremonial. Salah satunya adalah menyerahkan 11 ekor sapi kepada sekelompok masyarakat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Di sini, Gubernur disambut hangat oleh masyarakat setempat, bahkan sempat melakukan swafoto dengan Gubernur sebagai bentuk penyambutannya.

“11 ekor sapi diserahkan, jadi 10 ekor. Yang betina 9. Karena jumlahnya tidak banyak, diserahkan ke kelompok tani. Ini harus dijaga supaya bisa terus berkembang,”jelas Irianto.

Tidak lama setelah itu, Gubernur pun meninggalkan Desa Luso karena harus melakukan peninjauan ke rumah yang mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Malinau Utara. Adalah Suratno, salah satu warga dari 35 rumah di Kabupaten Malinau yang mendapatkan bantuan. Rasa senang dan terharu pun dirasakan Suratno saat Gubernur menyambangi rumahnya. Menurutnya kehadiran Gubernur merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya, sehingga harus diapresiasi. “Kami berjanji kepada bapak Gubernur, akan tinggal di rumah ini hingga anak cucu kami,”kata Suratno. (bersambung)
Berita Terkait