ID | EN
Beranda Berita

Juknis Beasiswa Kaltara Cerdas Ditandatangani, Kuota Sarjana Paling Banyak 31 Agustus 2018 1187

Ilustrasi (Humas/@sidikidis)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bersama Dewan Pendidikan akhirnya menyepekati petunjuk teknis (Juknis) pemberian beasiswa melalui program Kaltara Cerdas 2018. Ada sedikit perubahan data, dari sebelum dilakukan revisi. Namun kuota tetap sama, yaitu 2.530 orang.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, Surat Keputusan (SK) mengenai beasiswa Kaltara Cerdas yang di dalamnya mencantumkan juga Juknis penyaluran beasiswa tersebut, telah ditandatanganinya. “SK beasiswa Kaltara Cerdas sudah saya tandatangani, berikut Juknis penyalurannya. Setelah sebelumnya, saya minta untuk direvisi pada beberapa poinnya melalui OPD terkait,” kata Gubernur, Kamis (30/8).

Setelah direvisi bersama oleh Dewan Pendidikan Kaltara dengan pihak Pemprov Kaltara, dalam hal ini, Biro Kesejahteran Rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Biro Hukum, Juknis beasiswa Kaltara Cerdas akhirnya bisa sepekati untuk menjadi patokan penyalurannya. “Melihat pengalaman sebelumnya, mulai 2016 itu dibuka secara umum tidak melihat luar dan dalam daerah. Setelah dievaluasi, pada 2017 beasiswa diberikan jatah di setiap universitas. Tahun ini dengan jumlah anggaran Rp 11 miliar, akan dibagi dengan melihat jumlah pemohon tahun lalu,” papar Irianto.

Banyaknya jumlah pendaftar atau pemohon beasiswa tahun lalu, sebelum dilakukan evaluasi, Dewan Pendidikan mengusulkan juknis secara umum atau tanpa kuota, dengan melihat ketersediaan anggaran. Namun setelah direvisi juknis beasiswa disepakati dengan jumlah kuota masing-masing item, atau jenjang pendidikan.

“Awalnya di dalam juknis itu tidak dibagi per kuota karena di dalam Pergub mencantumkan. Juknis pelaksanaan jumlah kuota beasiswa itu tertuang di dalam SK Gubernur. Sehingga sesuai kesepakatan bersama, juknis itu dibuat berdasarkan kuota yang sudah disepakati,” jelas Gubernur yang didampingi Kepala Biro Kesra Setprov Kaltara, Rohadi.

Dikatakan Irianto, dari hasil revisi Juknis beasiswa Kaltara Cerdas, untuk mahasiswa prestasi dan kurang mampu digabung jadi 1 kuota. Sehingga menjadi fleksibel, yang mana terdapat banyak pendaftarnya. “Lainnya, seperti kuota item sarjana, tahun lalu itu lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kuota diploma, magister dan doktor. Hasil revisi dalam juknis tahun ini, kuota masing-masing item dimasukkan dalam kuota item sarjana. Sehingga kuota sarjana paling signifikan. Mencapai 1.000 orang,” jelas Gubernur.

Ditambahkan, tim teknis merevisi beasiswa Kaltara Cerdas khusus pendidikan tinggi pada kuota sarjana. Dengan pertimbangan, pada tahun lalu yang paling banyak memasukkan permohonan proposalnya adalah jenjang sarjana. “Yang kurang pendaftarnya tahun lalu, itulah yang digeser kuotanya. Seperti diploma luar daerah, kuotanya kebanyakan karena jarang anak-anak mengambil kuliah diploma di luar daerah,” imbuh Rohadi.

“Begitupun dengan beasiswa dalam provinsi, tahun lalu dibagi per kampus. Sementara tahun ini, diputuskan per jenjang atau per item. Termasuk prestasi dan kurang mampu jumlah kuotanya juga digabung,” tuntasnya.(humas)

Berita Terkait