ID | EN
Beranda Berita

Tahun Ini Jaringan Baru Dibangun di Beberapa Desa, Wilayah Pesisir Hingga Pedalaman Segera Terlayani Listrik 08 Agustus 2018 218

JAKARTA - Usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk pembangunan infrastruktur listrik di provinsi ini telah realisasi. Pengadaan pembangkit baru hingga pembangunan jaringan mulai dilakukan di sejumlah daerah yang diusulkan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tahun ini ada beberapa usulan yang disampaikan Pemprov Kaltara melalui PT PLN (persero). Di antaranya, penyediaan pembangkit tenaga listrik dan pembangunan jaringan di wilayah yang selama ini belum terjamah listrik.

Dari usulan yang disampaikan, tahun ini terealisasi di beberapa kecamatan. Yaitu di Sembakung Atulai, Sei Menggaris dan Krayan (Kabupaten Nunukan), serta di Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah (Bulungan). Termasuk penyediaan tenaga listrik di tiga kecamatan di Malinau.

Di Kecamatan Sembangkung Ataulai, kata Gubernur, tahun ini akan dibangun jaringan tegangan menengah (20 KV), dan jaringan tegangan rendah sepanjang yang menghubungkan dari Desa Mansalong (Lumbis) sampai Sembakung Atulai. “Melalui jaringan yang dibangun ini, nantinya sejumlah desa di kecamatan Sembakung Atulai bisa teraliri listrik dari Pembangkit Listrik PLN di Malinau yang selama ini sudah terhubung hingga Mansalong,” kata Irianto.

Beberapa desa yang akan terlayani melwati jaringan baru yang akan dibangun ini, antara lain Desa Binalun, Desa Pulau Keras, Liuk Bulu, Desa Lubok Buat, Desa Katung, Seduman, Mambulu, Paguluyon, dan Tulung. Potensi rumah tangga yang akan mendapatkan layanan listrik dari PLN sebanyak 614 rumah. “Sesuai laporan, realisasi pembangunan jaringan ini sudah  sekitar 50 persen. Ditargetkan akhir tahun ini selesai,” ungkapnya.

Selain pembangunan jaringan, tahun ini juga akan dibangun pembangkit baru, berupa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Sekeduyon Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan. ”Di sana juga akan dibangun jaringan dengan tegangan menengah dan tegangan rendah untuk melayani masyarakat di beberapa desa di Sei Manggaris,” kata Irianto.

Untuk wilayah pedalaman dan terisolir lainnya, Gubernur mengatakan, tahun ini juga akan dibuka Kantor Pelayanan Baru oleh PLN pada kelompok Desa Long Layu Kecamatan Krayan Selatan. Di Tempat Pelayanan ini, mencakupi beberapa desa di sekitarnya.

“Long Layu ini merupakan suatu kelompok desa yang terdiri dari beberapa desa yang akan dilayani oleh PLN, yaitu Desa Long Pasia, Desa Liang  Lunuk, Desa Long Bedung, Desa Pa’tera, Desa Pa’sing, Desa Pa’dalan, Pa’urang dan Desa Long Pupung,” jelasnya. Untuk melayani listrik di beberapa desa tersebut, nantinya akan diadakan pembangkit baru, berikut pengembangan jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah.

Program lainnya, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Dusun Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.  Pembangkit ini akan melayani 223 rumah yang ada di daerah pesisir tersebut. Dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 5,1 miliar.

“Untuk pemasangan nanti tidak dipungut biaya, namun untuk pembayarannya per bulan, disesuaikan dengan kesepakatan masyarakat di sana. Karena kan untuk perawatan dan lain-lainnya,” kata Gubernur yang didampingi Kepala Dinas ESDM Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi.

Gubernur mengatakan, usulan lain yang disetujui adalah penyediaan tenaga listrik melalui Lampu Tenaga Surya Super Hemat Energi (LTSHE) yang akan dipasang di sejumlah desa di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Malinau. “Tahun ini dibangun di 3 kecamatan di Malinau, yaitu Sungai Tubu, Malinau Selatan Hilir dan Mentarang Hulu. Dengan total 275 unit,” imbuhnya.

Tahun depan, imbuh Irianto, Pemprov Kaltara melalui Dinas ESDM kembali akan mengusulkan beberapa program pembangunan infrastruktur listrik di beberapa wilayah lainnya yang belum terlayani listrik. Di antaranya di Sesayap Hilir, Manjalutung, Bebatu dan Barangdikis, Kabupaten Tana Tidung.

Kemudian di Malinau, diusulkan pembangunan jaringan dan pembangkit di Malinau Selatan Hilir dan Malinau Selatan. Meliputi, Desa Punan Setarap, Batu Kajang, Gongsolok, Binabethayup, Long Loreh, Langap, Paya Seturan dan Tanjung Nanga. “Kita juga akan usulkan untuk di Sebuku, Sembakung dan Krayan, Kabupaten Nunukan. Harapannya bisa terealisasi pada 2019 mendatang,” tuntasnya. (humas)

REALISASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LISTRIK 2018
Lokasi Penyediaan Tenaga Listrik Kecamatan Sembakung Atulai
1    Desa Binalun
2    Desa Pulau Keras
3    Liuk Bulu
4    Desa Lubok Buat
5    Desa Katung
6    Desa Seduman
7    Desa Mambulu
8    Desa Paguluyon
9    Desa Tulung
Potensi rumah yang dialiri listrik : 614 rumah.

PEMBUKAAN PELAYANAN BARU DARI PT PLN
Kecamatan Sei Manggaris
-    Desa Sekeduyon Taka

Kecamatan Krayan Selatan dari Kelompok Desa Long Layu
1    Desa Long Pasia
2    Desa Liang Lunuk
3    Desa Long Bedung
4    Desa Pa’tera
5    Desa Pa’sing
6    Desa pa’dalan
7    Desa Pa’urang
8    Desa long pupung.
   Potensi rumah yang bisa dialiri listrik : 263 rumah tangga

Pembangunan PLTS Dusun Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah
a.    Jumlah Pengguna PLTS        : 223
b.    Rumah Penduduk        : 180 Rumah
c.    Fasilitas Umum            : 8
d.    Penerangan Jalan Umum    : 35 Unit
       Jumlah Anggaran            : Rp 5,1 Miliar (Dana DAK)


USULAN INFRASTRUKTUR LISTRIK UNTUK 2019
-    Kabupaten Tana Tidung
1.    Sesayap Hilir
2.    Manjalutung
3.    Bebatu
4.    Barangdikis
-    Kabupaten Malinau Malinau Selatan Hilir dan Malinau Selatan
1.    Punan Setarap
2.    Batu Kajang
3.    Gongsolok
4.    Binabethayup
5.    Long Loreh
6.    Langap
7.    Paya Setruan
8.    Tanjung Nanga
-    Kabupaten Nunukan
        Kecamatan Sebuku
1.    Bebanas
2.    Lulu
3.    Lasu Baru
4.    Sujau
5.    Pembliangan
6.    Ketaban
    Kecamatan Sembakung
1.    Manuk Bungkul
    Kecamatan Krayan
1.    Pa Rupai
2.    Pasikur
3.    Panado
4.    Buduk Pinangan
5.    Lihong Tuar
       Kecamatan Krayan Barat
1.    Lembudud
2.    Krayan Tengah
3.    Binuang

Sumber Data: Dinas ESDM Prov Kaltara


Targetkan, 2021 Elektrifikasi di Kaltara 100 Persen

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menggelar pertemuan dengan jajaran PT PLN Pusat di Jakarta, Selasa (7/8). Hadir mewakili pihak PT. PLN (Persero), Adi Priyanto selaku Head of Power System Planning.

Gubernur mengatakan, dalam pertemuan itu dikupas dan dilaporkan oleh PT PLN Pusat sejumlah hal. Di antaranya, rencana pengembangan kelistrikan di Kaltara. "Tadi disampaikan juga, bahwa ratio elektrifikasi di Kaltara sudah 85 persen. Itu artinya, Kaltara berada pada peringkat menengah untuk urusan wilayah yang teraliri listrik," ujar Irianto.

Di Kalimantan, menurut informasi dari PLN, ratio elektrifikasi tertinggi adalah Kaltim sekitar 92 persen. Disusul Kalbar, Kaltara dan Kalsel. Juga Kalteng yangbaru 74 persen.

Persoalan lain yang dibahas dalam pertemuan itu adalah ratio desa berlistrik di Kaltara yang sudah 92,74 persen. Meski diakuinya, masih ada 35 desa yang belum teraliri listrik. "Kita targetkan, pada 2019 sudah bisa 100 persen. Itu kita dorong," tegasnya.

Disampaikan Gubernur, pada 2021, PLN bersama Pemprov Kaltara menargetkan  ratio elektrifikasi sudah 100 persen. Tak hanya itu, di 2023, PLN direncanakan sudah bekerja sama dengan PT KHE  (Kayan Hydro Energi), dalam pengembangan PLTA. Di mana PLN akan membangun transmisi 150 KV hingga ke Malinau dan Nunukan. "Untuk wilayah Kaltara, 2020 ditarget sudah selesai. Dan, di 2023 se-Kalimantan sudah selesai, bahkan sudah sampai ke Sabah. Karena, PLN akan menjual listrik ke Sabah dengan target 100 MW di 2023 dan 300 MW di 2025. Harga jualnya sekitar RM  7 Sen  per kWH," imbuhnya.

Dengan PT KHE, kata Irianto, PLN juga kerja sama, selain pengembangan PLTA juga untuk pengembangan KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional). Dari itu, PLN akan bekerjasama dengan Pemprov Kaltara untuk menyusun studi dan penelitian supply dan demand listrik di Kaltara. "Termasuk, penyediaan di KBM, kebutuhan masyarakat juga KIPI. Harapan kita, KIPI itu di 2020 sudah dimulai. Jadi pengembangan listrik dan pengembangan industri itu berjalan secara terintegrasi," kata Irianto.

Pada studi nanti, lanjutnya, tim PLN Pusat termasuk Adi Priyanto akan datang bersama timnya ke Kaltara. Tim ini akan bekerjasama dengan Pemprov Kaltara. "Mungkin, dalam Minggu depan atau waktu dekat ini," tandasnya.

"Saya juga minta PLN pro aktif pasang tower dan jaringan transmisi di Kaltara sampai ke Malinau dan Nunukan," tambah Gubernur. (Humas)



Berita Terkait