ID | EN
Beranda Berita

Runway Bandara Nunukan, Tanjung Harapan dan Juwata akan Diperpanjang 29 Juni 2018 338

PENINGKATAN : Pengerjaan rehab terminal Bandara Tanjung Harapan, belum lama ini.

"Dua Kementerian Bantu Pengembangan Bandara di Kaltara"

TANJUNG SELOR – Sejumlah Bandara Udara (Bandara) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diupayakan mendapatkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui dua kementerian. Yaitu Kementerian Perhubungan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan Kementerian Perhubungan RI.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, salah satu bandara yang mendapatkan dukungan pendanaan dari APBN adalah Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Terhadap bandara yang berada di ibukota provinsi ini, akan dilakukan perpanjangan runway atau landasan hingga total mencapai panjang 1.850 meter. “Tahun lalu, runway-nya sudah diperpanjang 200 meter hingga panjang keseluruhan saat ini, 1.600 meter. Dan, sudah dapat didarati pesawat jenis ATR-72. Tahun depan ada lagi perpanjangan,” kata Irianto, Kamis (28/6).

Rencananya, kata Gubernur, pada 2019 runway Bandara Tanjung Harapan akan diperpanjang lagi 250 meter. Sehingga menjadi 1.850 meter. “Kita masih melakukan persiapan pembebasan lahan untuk penambahan panjang runway tahun depan. Untuk pembebasan lahan ini, sangat diharapkan dapat dituntaskan tahun ini oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan. Sebab, tahun depan sesuai janji dari pihak kementerian, dana untuk kegiatan fisiknya sudah ada,” tegas Irianto.  Dana yang dibutuhkan untuk perpanjangan tahap II ini, sekitar Rp 40 miliar hingga 50 miliar.

Selain Bandara Tanjung Harapan, Bandara Nunukan di Kabupaten Nunukan juga akan mendapatkan bantuan. Di bandara ini, dana APBN digunakan untuk perpanjangan runway sekitar 500 meter. Sehingga total panjang runway Bandara Nunukan mencapai 1.600 meter. “Sudah dilakukan ujicoba pendaratan dan penerbangan pesawat Wings Air. Namun, masih ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi, terkait keselamatan penerbangan. Seperti, keberadaan pepohonan dan menara di wilayah bandara yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan,” tutur Gubernur.

Selanjutnya, Bandara Internasional Kelas II Juwata Tarakan pun tak luput dari perhatian. Di bandara tersebut, ada wacana untuk penambahan panjang runway sekitar 250 meter, sehingga total panjang runway nantinya, mencapai 2.500 meter. “Ini masih wacana. Informasi dari Dinas Perhubungan Kaltara, kita masih perlu melihat dulu apakah perpanjangan akan dilakukan lewat proses reklamasi (ke arah laut) atau ke sisi darat,” urai Irianto.

Untuk perpanjangan ke arah laut, pihak yang berkepentingan disarankan untuk mempertimbangkan keberadaan situs peninggalan Jepang yang ada di atas lahan yang akan dibebaskan. “Kalau diperpanjang ke arah laut, perlu kajian mendalam karena harus menimbun laut,” ungkap Irianto. Penambahan panjang runway itu, terkait dengan prospek pengembangan Bandara Juwata untuk melayani penerbangan internasional dan keperluan jamaah haji.

Selain itu, juga akan dikembangkan terminal antar moda di Bandara Juwata Tarakan. “Pengembangan terminal antar moda ini, tepat disamping bandara. Di sana sudah dibangun kanal yang panjangnya saat ini sekitar 1 kilometer. Untuk pelebaran kanal, DPUPR-Perkim (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kaltara akan melakukannya. Dari lebar saat ini sekitar 30 meter menjadi 50 meter,” ulas Gubernur.

Kemenpupera juga turut andil dalam merealisasikan terminal antar moda itu. “Kanal itu akan diusulkan penurapan pada kiri-kanannya secara permanen oleh Kemenpupera. Sedangkan, untuk pembangunan gedung terminal antar modanya, itu bagiannya Dinas Perhubungan,” jelas Irianto.

Terminal antar moda ini rencananya akan digunakan untuk operasional speedboat penumpang jenis eksekutif. “Kita juga berencana membangun pusat usaha kuliner di sekitar kanal,” tutup Gubernur. Adapun besaran dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan semua kegiatan ini, sekitar Rp 200 miliar.(humas)

 

Rencana Pembangunan dan Pengembangan Bandara di Wilayah Kaltara

 

PEMBANGUNAN BANDARA BARU

  1. Bandara Perintis Binuang, Nunukan

– Target panjang dan lebar bandara 1.600 x 30 meter

– Dibangun dalam tiga tahun sejak 2019-2021

– Kebutuhan total anggaran Rp 380 miliar

  1. Bandara Perintis Long Layu, Nunukan

– Target keseluruhan runway 1.600 x 30 meter

– Dibangun dalam tiga tahun sejak 2019-2021

– Kebutuhan total anggaran Rp 400 miliar

  1. Bandara Sebatik, Nunukan

– Target keseluruhan runway 1.200 x 20 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 1 triliun

– Diusulkan 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

 

PENGEMBANGAN BANDARA

  1. Pembangunan Pelabuhan Antar Moda Bandara Juwata Tarakan

– Kebutuhan total anggaran Rp 318.113.496.000

– Saran Menhub : Pengelolaannya dikoordinasikan dengan Angkasa Pura (AP) I

  1. Perpanjangan Runway Bandara Juwata

– Target keseluruhan 2.500 x 45 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 600 miliar

– Pengerjaan diusulkan dalam 2 tahun penganggaran, sejak 2019-2020

  1. Perpanjangan Runway dan Pembangunan Terminal Bandara Tanjung Harapan, Bulungan

– Target keseluruhan panjang runway 2.500 x 45 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 450 miliar (termasuk pembangunan terminal)

– Pengerjaan diusulkan dalam 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

  1. Perpanjangan Runway Bandara Nunukan

– Target keseluruhan panjang runway 1.600 x 30 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 240 miliar

 – Diusulkan 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

  1. Perpanjangan runway Bandara Yuvai Semaring Long Bawan, Nunukan

– Target keseluruhan panjang runway 1.600 x 30 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 400 miliar

– Diusulkan 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

  1. Perpanjangan runway Bandara Long Apung, Malinau

– Target keseluruhan panjang runway 1.600 x 30 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 400 miliar

– Diusulkan 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

  1. Perpanjangan runway Bandara RA Bessing, Malinau

– Target keseluruhan panjang runway 1.600 x 30 meter

– Kebutuhan anggaran Rp 180 miliar

– Diusulkan 3 tahun penganggaran sejak 2019-2021

Sumber : Dishub Provinsi Kaltara, 2018

Berita Terkait