Mohon tunggu sebentar...

ID | EN
Beranda Berita

Potensi PLTA Paling Diminati Investor 14 Juni 2018 271

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut memiliki potensi 9 titik ladang minyak. Dimana, 1 titik diantaranya terdeteksi mengandung 764 juta barrels minyak dan 1,4 triliun cubic feet gas yang terletak di Blok Ambalat. Potensi gas lainnya, tersebar di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung dan Nunukan dengan luas cakupan 2.750 kilometer persegi dengan estimasi potensi gas yang akan dihasilkan sebesar 23 triliun cubic feet.

Potensi lainnya, yang juga paling diminati investor adalah potensi hydro power. “Menurut data DPUPR-Perkim, masih ada lebih dari 20 sungai yang berpotensi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Sementara ini, baru Sungai Sembakung di Nunukan dengan investor PT Hannergi Power Indonesia (potensi/kapasitas 500 MW) dan Sungai Kayan di Bulungan oleh PT Kayan Hidro Energi (potensi 9 ribu MW) yang akan dimanfaatkan,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, belum lama ini.

Sementara, Sungai Sebuku di Nunukan dan Sungai Malinau di Bulungan belum menarik minat investor. “Kalau dilihat dari rencana investasi PLTA-nya, maka ada 4 perusahaan akan melakukan investasi di Kaltara. Yakni, PT Kayan Hidro Energi, PT Indonesia Dafeng, PT Kaltara Energi Lestari dan PT Sarawak Energy Berhad Jo. PT Kayan Hidro Power Nusantara,” jelas Irianto.

Tiap perusahaan itu memiliki partner dalam melaksanakan kegiatannya. PT Kayan Hidro Energi untuk investasi pembangunan bendungan PLTA di Sungai Kayan, menurut tabel rencana investasi PLTA milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memiliki 4 partner. Yakni, Power Construction Of China, Sinohidro Corp, Ltd., Metalurgical Corp. Of China, Shanghai Electric Company. “PT Kayan kini sedang mengurus izin konstruksi bendungan di Komisi Keamanan Bendungan,” urai Gubernur.

Sementara PT Indonesia Dafeng memiliki partner Gezhouba, dalam bentuk persetujuan kontrak kerja sama. Perusahaan ini akan membangun PLTA di Sungai Bahau dengan potensi 1.000 MW, dan Sungai Kayan (8 ribu MW). Lalu, PT Kaltara Energi Lestari berpartner dengan HAN Energy untuk membangun PLTA di Sungai Sembakung (250 MW), serta PT Serawak Energy Berhad Jo. PT Kayan Hidro Power Nusantara yang berpartner dengan China Power, Gezhouba dan State Grid of China untuk membangun PLTA di Sungai Mentarang. “Kedua investor terakhir, PT Kaltara Energi Lestari dan PT Serawak Energi Berhad kini tengah melaksanakan proses AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan),” ungkap Irianto.

Gubernur juga memastikan, setiap peluang investasi di Kaltara terinformasikan dengan baik ke dunia luar, utamanya kepada para calon investor. Tak terkecuali potensi energi biofuel. “Di Kaltara, luas peruntukkan lahan perkebunan mencapai 808.900 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung,” kata Gubernur.

Menurut data yang ada, realisasi tanam di area tersebut mencapai 206.793,36 hektare dan berpotensi menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 827.173 ton per tahun. “Sampai saat ini sudah ada 15 perusahaan besar swasta yang beroperasi dengan nilai investasi sebesar Rp 3,05 triliun,” papar Irianto.

Dan, kepada para investor yang ada, Gubernur sangat menyarankan untuk membangun pabrik CPO di areal kerjanya. Dengan begitu, akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan membantu pemerintah membangun daerah. “Kalau memungkinkan, dibuat juga industri hilir dari CPO itu. Jika terwujud maka akan mampu mempercepat kemajuan daerah, juga Kaltara,” tutupnya.(humas)

Berita Terkait