ID | EN
Beranda Berita

Pantau Pileg Gunakan Pesawat MAF

09 April 2014 147

Tanjung Selor,- Untuk memantau pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) yang dilakukan secara serentak di seluruh tanah air termasuk Kalimantan Utara. Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltara Drs Badrun dan Asisten Pemerintahan Pemprov Kaltara Zainuddin berkeliling kabupaten/kota di Kaltara menggunakan pesawat carter Mission Aviation Fellowship (MAF).

Penjabat Gubernur bersama Sekdaprov berangkat dari Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor sekitar pukul 08.30 Wita, Rabu (9/4). Kabupaten yang dikunjungi pertama yaitu Kabupaten Nunukan dan setibanya di sana, Penjabat Gubernur memberikan hak suaranya di TPS 1, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan. Selanjutnya, bersama Bupati Nunukan Basri melakukan pengecekan dan monitoring di empat TPS yang ada di Nunukan.

Sekitar pukul 11.30 Wita, Penjabat Gubernur bersama Sekdaprov meninggalkan Nunukan untuk melakukan monitoring pileg di Malinau dan usai meninjau lima TPS langsung menuju Kota Tarakan.

Irianto mengaku bersyukur dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Kaltara. Sebab pelaksanaan pileg untuk memilih Anggota DPR, DPRD dan DPD berjalan aman, lancar dan tertib. Hal itu diikuti dengan tingginya minat warga memberikan hak suaranya dengan mendatangi TPS-TPS yang disediakan.

Khusus daerah perbatasan yang didatangi duluan, menurut Irianto dirinya ingin memastikan pelaksanaan pileg bisa berjalan dengan baik. Dirinya memberikan apresiasi karena warga di daerah perbatasan memiliki kesadaran politik yang tinggi dengan datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

“Partisipasi politik masyarakat di perbatasan tinggi dan pileg berlangsung aman, lancar dan damai sehingga kita bisa menyelenggarakan demokrasi dan menjadi contoh yang baik,”ujar Irianto.

Irianto mengatakan dirinya memberikan perhatian khusus untuk pelaksanaan pileg di perbatasan. Sebab pihaknya ingin menunjukkan kepada Negara Tetangga Malaysia bahwa pelaksanaan pemilu di Indonesia berjalan dengan baik dan berkualitas. Bahkan tingkat kehadiran warga di TPS di daerah perbatasan sangat tinggi diperkirakan lebih dari 60 persen.

“Saya bersyukur tidak ada pelanggaran semuanya berjalan dengan lancar, aman dan tertib. Pengamatan saya dari penuhnya TPS-TPS yang kita datangi bisa lebih 60 persen warga yang memberikan hak suaranya,”ujarnya.

Meski ada persoalan di lapangan, menurut Irianto hal itu tidak terlalu krusial karena bisa segera diselesaikan oleh petugas di lapangan. Beberapa persoalan yang terjadi diantaranya keluhan warga karena untuk membuka surat suara butuh waktu agak lama, kebingungan warga karena surat suaranya cukup banyak serta keberadaan TPS yang tidak sebanding dengan jumlah pemilih sehingga menimbulkan antrian warga yang cukup panjang. (drm/ayp/hmsprov)

Berita Terkait